Tugas
MK Multimedia Pembelajaran
MK Multimedia Pembelajaran
MAKALAH
MEDIA
PEMBELAJARAN

O L E H :
FADLI AFANDI
082514018
S1
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK
ELEKTRONIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2013
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................. i
DAFTAR ISI ................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1
A. Latar
Belakang.......................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................. 2
A. Definisi
Media........................................................................................... 2
B.
Landasan Teoritis dan Praktis Penggunaan Media
Pembelajaran............. 3
C.
Kriteria Pemilihan Media...........................................................................
3
D.
Langkah-Langkah Pemilihan Media..........................................................
6
E.
Prinsip-Prinsip Penggunaan Media Pembelajaran...................................... 8
F.
Pola Penggunaan Media Pembelajaran......................................................
9
G. Langkah-Langkah
Penggunaan Media Pembelajaran................................
9
BAB III PENUTUP ..................................................................................... 11
A. Kesimpulan................................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 12
LAMPIRAN...................................................................................................
..................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Media pembelajaran
merupakan salah faktor penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Hal
tersebut disebabkan adanya perkembangan teknologi dalam bidang pendidikan yang menuntut efisiensi dan
efektivitas dalam pembelajaran. Untuk mencapai tingkat efisiensi dan
efektivitas yang optimal, salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah
mengurangi bahkan jika perlu menghilangkan dominasi sistem penyampaian
pelajaran yang bersifat verbalistik dengan cara menggunakan media pembelajaran.
Sehubungan dengan
penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran, para tenaga pengajar atau guru
perlu cermat dalam pemilihan dan atau penetapan media yang akan digunakannya.
Kecermatan dan ketepatan dalam pemilihan media akan menunjang efektivitas kegiatan
pembelajaran yang dilakukannya. Disamping itu juga kegiatan pembelajaran
menjadi menarik sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, dan perhatian
siswa menjadi terpusat kepada topik yang dibahas dalam kegiatan pembelajaran
yang dilakukannya. Kecermatan dan ketepatan dalam memilih media pembelajaran
dipengaruhi oleh banyak faktor seperti luas sempitnya pengetahuan dan pemahaman
tenaga pengajar tentag kriteria dan faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan
serta prosedur pemilihan media pembelajaran. Uraian berikut akan membahas
hal-hal dimaksud agar kita dalam memilihan media pembelajaran lebih tepat.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Definisi Media
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin
mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam
proses pembelajaran. Para guru dituntuk agar mampu menggunakan alat-alat yang
dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan alat-alat
tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya
dapat menggunakan alat yang murah dan efisien meskipun sederhana dan bersahaja
tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang
diharapkan. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga
dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang
akan digunakan apabila media belum tersedia. Untuk itu guru harus memiliki
pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran.
Yusuf Hadi Miarso dalam Anwar (2011: 160)
mendefinisikan media adalah segala sesuatu yang dapat merangsang terjadinya
proses belajar dalam diri siswa-siswi. Sementara itu Hamidjojo dalam Anwar
(2011:160) memberikan batasan media sebagai bentuk perantara yang digunakan
manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan, atau pendapat sehingga
ide, gagasan atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima.
Heinich dan kawan-kawan dalam Arzyad (2011: 4)
mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara
sumber dan penerima. Jadi Koran, radio, televise, rekaman audio, gambar yang
diproyeksikan dan sejenisnya adalah media komunikasi. Apabila media itu membawa
pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung
maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran.
Dengan memperhatikan pendapat para pakar diatas,
maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala bentuk dan
saluran yang dapat dipakai untuk menyajikan informasi atau pesan pembelajar
dari pembelajaran sebagai sumber pesan kepada pembelajar sebagai penerima
pesan, dengan harapan pebelajar lebih aktif dan lebih termotifasi untuk belajar
dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Media
pembelajaran dalam mengartikan ini dapat berupa orang, alat, atau bahan.
B. Landasan
Teoritis dan Praktis Penggunaan Media Pembelajaran
Secara teoritis, bahwa penggunaan
media dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas
prestasi belajar. Dengan kata lain. Proses pembelajaran menjadi efektif,
interaktif, dan efisien. Secara praktis media pembelajaran, baik hasil
teknologi lama, baru ataupun hasil karya sederhana, bukan berarti menjadikan
pembelajaran menjadi proses yang kurang manusiawi (dehumanisasi) ataupun
menggusur peran pembelajar. Namun sebaliknya kehadiran media tersebut sangat
positif, asalkan pembelajar tetap menggunakan pendekatan humanisme dalam
pembelajarannya, dan dapat mengambil manfaat dari media tersebut.
Berdasarkan landasan psikologis,
belajar adalah proses yang kompleks dan unik kompleks karena proses
pembelajarannya mengikutsertakan seluruh aspek kepribadian, jasmani maupun
rohani. Unik artinya setiap pembelajaran memiliki cara belajarnya sendiri yang
berbeda dengan pebelajaran lain. Sebagai akibat perbedaan individual, seperti
minat, bakat, kemampuan, kecerdasan, serta tipe belajar.
Secara teknologis, kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi, khususnya bidang teknologi dan elektronika,
menyebabkan memboomingnya berbagai sumber belajar dan media pembelajaran,
semisal foto, slide, film, video, komputer, tape recorder, buku teks, bahan
ajar, dan lain-lainnya. Semua jenis hasil teknologi tersebut dapat dimanfaatkan
untuk mengefektifkan proses pembelajaran.
C. Kriteria Pemilihan Media
Media
pembelajaran yang beraneka ragam
jenisnya tentunya tidak akan digunakan seluruhnya secara
serentak dalam kegiatan pembelajaran, namun hanya beberapa saja. Untuk itu
perlu di lakukan pemilihan media tersebut. Agar pemilihan media pembelajaran
tersebut tepat, maka perlu dipertimbangkan faktor/kriteria-kriteria dan
langkah-langkah pemilihan media. Kriteria yang perlu dipertimbangkan guru atau
tenaga pendidik dalam memilih media
pembelajaran menurut Nana Sudjana (1990: 4-5) yakni 1) ketepatan media dengan
tujuan pengajaran; 2) dukungan terhadap isi bahan pelajaran; 3) kemudahan
memperoleh media; 4) keterampilan guru dalam menggunakannya; 5) tersedia waktu
untuk menggunakannya; dan 6) sesuai dengan taraf berfikir anak. Sepadan dengan
hal itu I Nyoman Sudana Degeng (1993; 26-27) menyatakan bahwa ada sejumlah
faktor yang perlu dipertimbangkan guru/pendidik dalam memilih media
pembelajaran, yaitu: 1) tujuan instruksional; 2) keefektifan; 3) siswa; 4)
ketersediaan; 5) biaya pengadaan; 6) kualitas teknis. Selanjutnya menurut
Basuki Wibawa dan Farida Mukti (1992/1993: 67-68) kriteria yang perlu
dipertimbangkan dalam pemilihan media yaitu: 1) tujuan; 2) karakteristik siswa;
3) alokasi waktu; 4) ketersediaan; 5) efektivitas; 6) kompatibilitas; dan 7)
biaya.
Berkaitan
dengan pemilihan media ini, Azhar Arsyad (2011: 75-76) menyatakan bahwa
kriteria memilih media yaitu: 1) sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai; 2)
tepat untuk mendukung isi pelajaran; 3) praktis, luwes, dan tahan; 4) guru
terampil menggunakannya; 5) pengelompokan sasaran; dan 6) mutu teknis.
Selanjutnya Brown, Lewis, dan Harcleroad (1983: 76-77) menyatakan bahwa dalam
memilih media perlu mempertimbangkan kriteria sebagai berikut: 1) content; 2)
purposes; 3) appropriatness; 4) cost; 5) technical quality; 6) circumstances of
uses; 7) learner verification, and 8) validation.
Dari
beberapa pendapat di atas, dapat ditegaskan bahwa pada prinsipnya
pendapat-pendapat tersebut memiliki kesamaan dan saling melengkapi. Selanjutnya
menurut hemat penulis yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media yaitu
tujuan pembelajaran, keefektifan, peserta didik, ketersediaan, kualitas teknis,
biaya, fleksibilitas, dan kemampuan orang yang menggunakannya serta alokasi
waktu yang tersedia. Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang hal ini
akan diuraikan sebagai berikut:
1. Tujuan
pembelajaran. Media hendaknya
dipilih yang dapat menunjang pencapaian tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan sebelumnya, mungkin ada
sejumlah alternatif yang dianggap cocok untuk tujuan-tujuan itu. Sedapat
mungkin pilihlah yang paling cocok. Kecocokan banyak ditentukan oleh kesesuaian
karakteristik tujuan yang akan dicapai dengan karakteristik media yang akan
digunakan.
2. Keefektifan. Dari beberapa
alternatif media yang sudah dipilih, mana yang
dianggap paling efektif untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
3. Peserta didik. Ada beberapa
pertanyaan yang bisa diajukan ketika kita memilih media pembelajaran berkait
dengan peserta didik, seperti: apakah media yang dipilih sudah sesuai dengan
karakteristik peserta didik, baik itu kemampuan/taraf berpikirnya, pengalamannya,
menarik tidaknya media pembelajaran bagi peserta didik? Digunakan untuk peserta
didik kelas dan jenjang pendidikan yang mana? Apakah untuk belajar
secara individual, kelompok kecil, atau kelompok besar/kelas? Berapa
jumlah peserta didiknya? Di mana
lokasinya? Bagaimana gaya belajarnya? Untuk kegiatan tatap muka atau jarak
jauh? Pertanyaan-pertanyaan tersebut
perlu dipertimbangkan ketika memilih dan menggunakan media dalam
kegiatan pembelajaran.
4. Ketersediaan. Apakah media yang diperlukan itu sudah tersedia?
Kalu belum, apakah media itu dapat diperoleh dengan mudah? Untuk tersedianya
media ada beberapa alternatif yang dapat diambil yaitu membuat sendiri, membuat
bersama-sama dengan peserta didik, meminjam menyewa, membeli dan mungkin
bantuan.
5. Kualitas teknis. Apakah media media
yang dipilih itu kualitas baik? Apakah memenuhi syarat sebagai media
pendidikan? Bagaimana keadaan daya tahan media yang dipilih itu?
6. Biaya pengadaan. Bila memerlukan biaya
untuk pengadaan media, apakah tersedia biaya untuk itu? Apakah yang dikeluarkan
seimbang dengan manfaat dan hasil penggunaannya? Adakah media lain yang mungkin
lebih murah, tetapi memiliki keefektifan setara?
7.
Fleksibilitas (lentur), dan kenyamanan media. Dalam memilih media harus dipertimbangkan kelenturan dalam
arti dapat digunakan dalam berbagai situasi dan pada saat digunakan tidak
berbahaya.
8. Kemampuan orang yang menggunakannya.
Betapapun tingginya nilai kegunaan media, tidak akan memberi manfaat yang
banyak bagi orang yang tidak mampu menggunakannya.
9. Alokasi waktu, waktu yang tersedia dalam
proses pembelajaran akan berpengaruh terhadap penggunaan media pembelajaran.
Untuk itu ketika memilih media pembelajaran kita dapat mengajukan beberapa
pertanyaan seperti; apakah dengan waktu yang tersedia cukup untuk pengadaan
media, apakah waktu yang tersedia juga cukup untuk penggunaannya.
D. Langkah-Langkah Pemilihan Media
Ada
beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam pemilihan media pembelajaran.
Pendapat Gagne dan Briggs yang dikutip oleh Azhar Arsyad (2011: 72-73) menyarankan langkah-langkah
dalam memilih media pengajaran yaitu: 1) merumuskan tujuan pembelajaran, 2)
mengklasifikasi tujuan berdasarkan domein atau tipe belajar, 3) memilih
peristiwa-peristiwa pengajaran yang akan berlangsung, 4) Menentukan tipe perangsang
untuk tiap peristiwa, 5) mendaftar media yang dapat digunakan pada setiap
peristiwa dalam pengajaran, 6).Mempertimbangkan (berdasarkan nilai kegunaan)
media yang dipakai. 7).Menentukan media yang terpilih akan digunakan, 8)
menulis rasional (penalaran) memilih media tersebut, 9) Menuliskan tata cara
pemakaiannya pada setiap peristiwa, dan 10) Menuliskan script pembicaraan dalam
penggunaan.media. Selaras dengan hal tersebut, Anderson (1976) menyarankan
langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam pemilihan media pembelajaran, yaitu:
1. Langkah
1: Penerangan atau Pembelajaran
Langkah pertama
menentukan apakah penggunaan media untuk keperluan informasi atau pembelajaran.
Media untuk keperluan informasi, penerima informasi tidak ada kewajiban untuk
dievaluasi kemampuan/keterampilannya dalam menerima informasi, sedangkankan
media untuk keperluan pembelajaran penerima pembelajaran harus menunjukkan
kemampuannya sebagai bukti bahwa mereka telah belajar.
2. Langkah 2:
Tentukan Transmisi Pesan
Dalam kegiatan ini kita
sebenarnya dapat menentukan pilihan, apakah dalam proses pembelajaran akan
digunakan ‘alat bantu pengajaran’ atau ‘media pembelajaran’. Alat bantu
pengajaran alat yang didesain, dikembangkan, dan diproduksi untuk memperjelas
tenaga pendidik dalam mengajar. Sedangkan media pembelajaran adalah media yang
memungkinkan terjadinya interaksi antara produk pengembang media dan peserta
didik/pengguna. Atau dengan kata lain peran pendidik sebagai penyampai materi
pembelajaran digantikan oleh media.
3. Langkah
3: Tentukan Karakteristik Pelajaran
Asumsi kita bahwa kita
telah menyusun disain pembelajaran, dimana kita telah melakukan analisis
tentang mengajar, merumuskan tujuan pembelajaran, telah memilih materi dan
metode. Selanjutnya perlu dianalisis apakah tujuan pembelajaran yang telah
ditentukan itu termasuk dalam ranah kognitif, afektif atau psikomotor.
Masing-masing ranah tujuan tersebut memerlukan media yang berbeda.
4. Langkah
4: Klasifikasi Media
Media dapat
diklasifikasikan sesuai dengan ciri khusus masing-masing media.
Berdasarkan persepsi dria manusia
normal media dapat diklasifikasikan
menjadi media audio, media video, dan audio visual. Berdasarkan
ciri dan bentuk fisiknya media dapat dikelompokkan menjadi media proyeksi (diam
dan gerak) dan media non proyeksi (dua dimensi dan tiga dimensi). Sedangkan
jika diklasifikasikan berdasarkan keberadaannya, media dikelompokkan menjadi
dua yaitu media yang berada di dalam ruang kelas dan media-media yang berada di
luar ruang kelas. Masing-masing media
tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan bila dibandingkan dengan media
lainnya.
5. Langkah 5:
Analisis karakteristik masing-masing media. Media pembelajaran yang banyak
macamnya perlu dianalisis kelebihan dan kekurangannya dalam mencapai tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan.
Pertimbangan pula dari aspek
ekonomi dan ketersediaannya. Dari berbagai alternatif kemudian dipilih media
yang paling tepat.
E.
Prinsip-Prinsip Penggunaan Media Pembelajaran
Penggunaan media pembelajaran dalam proses
pembelajaran akan memberi kontribusi terhadap efektivitas pencapaian
tujuan pembelajaran. Berbagai hasil penelitian pada intinya menyatakan bahwa
berbagai macam media pembelajaran memberikan bantuan sangat besar kepada
peserta didik dalam proses pembelajaran. Namun demikian peran tenaga pengajar
itu sendiri juga menentukan terhadap efektivitas penggunaan media dalam
pembelajaran. Peran tersebut tercermin dari kemampuannya dalam memilih media
yang digunakan.
Penggunaan media pembelajaran
dalam proses pembelajaran perlu mempertimbangkan beberapa prinsip, yaitu:
1.
Tidak ada satu media pun yang paling baik untuk semua
tujuan. Suatu media hanya cocok untuk tujuan pembelajaran tertentu, tetapi
mungkin tidak cocok untuk pembelajaran yang lain.
2. Media adalah bagian integral dari proses
pembelajaran. Hal ini berarti bahwa media bukan hanya sekedar alat bantu
mengajar guru saja, tetapi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses
pembelajaran. Penetapan suatu media haruslah sesuai dengan komponen lain dalam
perancangan pembelajaran. Tanpa alat bantu mengajar mungkin pembelajaran tetap
dapat berlangsung, tetapi tanpa media itu tidak akan terjadi.
3. Media apapun yang hendak digunakan,
sasaran akhirnya adalah untuk memudahkan belajar peserta didik. Kemudahan
belajar peserta didik haruslah dijadikan acuan utama pemilihan dan penggunaan
suatu media.
4.
Penggunaan berbagai media dalam satu kegiatan
pembelajaran bukan hanya sekedar selingan/pengisi waktu atau hiburan, melainkan
mempunyai tujuan yang menyatu dengan pembelajaran yang berlangsung.
5.
Pemilihan media hendaknya objektif, yaitu
didasarkan pada tujuan pembelajaran,
tidak didasarkan pada kesenangan pribadi tenaga pengajar.
6.
Penggunaan beberapa media sekaligus akan dapat
membingungkan peserta didik. Penggunaan multi media tidak berarti menggunakan
media yang banyak sekaligus, tetapi media tertentu dipilih untuk tujuan
tertentu dan media yang lain untuk tujuan yang lain pula.
7. Kebaikan dan kekurangan media tidak
tergantung pada kekonkritan dan keabstrakannya saja. Media yang konkrit
ujudnya, mungkin sukar untuk dipahami karena rumitnya, tetapi media yang abstrak
dapat pula memberikan pengertian yang tepat.
F.
Pola Penggunaan Media Pembelajaran
Secara umum pola penggunaan media pembelajaran dikelompokkan menjadi dua
yaitu pola penggunaan di dalam kelas dan pola penggunaan di luar kelas. Pola
penggunaan di dalam kelas atau pada pembelajaran tatap muka, media pembelajaran
digunakan untuk menunjang penyajian materi pembelajaran sehingga lebih mudah
dipahami peserta didik yang pada akhirnya tujuan pembelajaran yang telah
dirumuskan dapat tercapai dengan baik. Sedangkan pola penggunaan media
pembelajaran di luar kelas, media pada umumnya digunakan untuk belajar mandiri
dan belajar jarak jauh. Media yang digunakan antara lain modul, kaset/CD, VCD
dan internet.
G.
Langkah-Langkah Penggunaan Media
Pembelajaran
Media pembelajaran yang telah dipilih agar dapat digunakan secara efektif
dan efisien perlu menempuh langkah-langkah secara sistematis. Ada tiga langkah
yang pokok yang dapat dilakukan yaitu persiapan, pelaksanaan/penyajian, dan
tindak lanjut.
1. Persiapan
Persiapan maksudnya kegiatan dari seorang
tenaga pengajar yang akan mengajar dengan menggunakan media pembelajaran.
Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan tenaga pengajar pada langkah persiapan diantaranya: a).Membuat rencana
pelaksanaan pembelajaran/perkuliahan sebagaimana bila akan mengajar seperti
biasanya. Dalam rencana pelaksanaan pembelajaran/perkuliahan cantumkan media
yang akan digunakan. b).Mempelajari buku petunjuk atau bahan penyerta yang telah disediakan, c).Menyiapkan dan
mengatur peralatan yang akan digunakan agar dalam pelaksanaannya nanti tidak
terburu-buru dan mencari-cari lagi serta peserta didik dapat melihat dan
mendengar dengan baik.
2.
Pelaksanaan/Penyajian
Tenaga Pengajar pada saat melakukan proses
pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran perlu mempertimbangkan
seperti: a).yakinkan bahwa semua media dan peralatan telah lengkap dan siap
untuk digunakan. b) jelaskan tujuan yang akan dicapai, c) jelaskan lebih dahulu
apa yang harus dilakukan oleh peserta didik selama proses pembelajaran, d)
hindari kejadian-kejadian yang sekiranya dapat mengganggu
perhatian/konsentrasi, dan ketenangan
peserta didik.
3. Tindak lanjut
Kegiatan ini perlu dilakukan untuk
memantapkan pemahaman peserta didik tentang materi yang dibahas dengan
menggunakan media. Disamping itu kegiatan ini dimaksudkan untuk mengukur
efektivitas pembelajaran yang telah dilakukannya. Kegiatan-kegiatan yang dapat
dilakukan diantaranya diskusi, eksperimen, observasi, latihan dan tes.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Media
pembelajaran merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran.
Sehubungan dengan penggunaan media dalam proses pembelajaran, tenaga pengajar
perlu cermat dalam pemilihan media yang akan digunakannya. Kriteria yang perlu
diperhatikan yaitu tujuan pembelajaran, keefektifan, karakteristik peserta
didik, ketersediaan, kualitas teknis, biaya, fleksibilitas, kemampuan orang
yang menggunakannya dan waktu yang tersedia. Langkah-langkah yang perlu
dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran yaitu 1) kegiatan penerangan
atau pembelajaran, 2) Tentukan transmisi pesan, 3) Tentukan karakteristik
pelajaran, 4) Klasifikasi media, 5). Analisis karakteristik masing-masing
media. Dalam penggunaan media
pembelajaran terdapat dua pola yang dapat dilakukan yaitu pola penggunaan di
dalam kelas dan pola penggunaan di luar kelas. Adapun prosedur pokok yang dapat
dilakukan dalam penggunaan media pembelajaran yaitu persiapan, pelaksanaan, dan
tindak lanjut.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar,
Kasful dan Harmi Hendra. 2011. Perencanaan Sistem Pembelajaran. Bandung:
Alfabeta
Arsyad,
Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers
Asrori Ardiansyah.
2011. Landasan Teoritis Penggunaan Media.
http://www.majalahpendidikan.com/2011/05/landasan-teoritis-penggunaan-media.html.
Diakses pada tanggal 25 februari
2011
Erlinna. 2011. Penggunaan Media dalam Pembelajaran. http://erlinna.
wordpress.com/pengetahuan/101-2/. Diakses pada tanggal 25 februari 2013
Rahman. 2012. Penggunaan Media dalam Pembelajaran. http://rahmanboyanese.
wordpress.com/2012/04/05/penggunaan-media-dalam-pembelajaran/.
Diakses pada tanggal 25 februari
2013
Sungkono.
Media Pembelajaran. staff.uny.ac.id/.../artikel-PEMILIHAN%20 MEDIA. Diakses pada tanggal 25 februari 2013





0 komentar:
Posting Komentar